Binjai –
Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Binjai menggelar acara silaturahmi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan para pewarta Kota Binjai.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini digelar di Aula Anindya Mapolres Binjai, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Binjai yang baru, AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres turut didampingi oleh Kasat Resnarkoba AKP Ismail Pane, S.H., M.H., dan Kasat Reskrim AKP Hotdiatur Apri Wandi Purba, S.T.r.K., S.I.K., M.H.
Mengawali sambutannya, AKBP Bimo memperkenalkan diri dan menceritakan secara singkat riwayat hidup serta perjalanan kariernya di institusi kepolisian.
Pria kelahiran Jakarta yang memiliki darah keturunan suku Jawa ini diketahui merupakan lulusan S1 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Suami dengan dua orang anak ini juga telah merampungkan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan saat ini tengah menempuh pendidikan S3 di kampus yang sama melalui jalur beasiswa.
Sebelum memegang tongkat komando di Binjai, AKBP Bimo memiliki segudang pengalaman mentereng, salah satunya menjabat Kanit 1 Subdit 3 TPPU Dit Tipideksus Bareskrim Polri selama tiga tahun.
Semasa bertugas di Bareskrim, ia banyak menangani kasus kejahatan finansial kelas kakap, termasuk kasus Indosurya hingga afiliator crazy rich Indra Kenz.
Selain itu, perwira menengah ini pernah menjabat sebagai Wakapolres Sukabumi dan berdinas cukup lama di wilayah Jawa Barat dari tahun 2007 hingga 2014.
Rekam jejaknya semakin mengkilap saat ia tergabung dalam Satgas Operasi Sultan di wilayah timur pada 2015-2016 yang sukses memburu kelompok teroris Santoso.
Menanggapi inisiatif silaturahmi ini, Ketua PWI Kota Binjai, Arma Delisa Budi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya.
“Hari ini kami sangat berbahagia mendapat undangan dari Bapak Kapolres yang baru,” ujar Arma mengawali sambutannya.
Ia menilai pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kemitraan strategis antara kepolisian dan insan pers.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menyambung tali silaturahmi sekaligus mempererat kolaborasi kemitraan wartawan dengan Polres Binjai. Selamat datang, semoga betah dan sukses meniti karier di Kota Binjai,” tambahnya.
Arma menegaskan kesiapan PWI untuk mendukung penuh program kepolisian dalam menjaga Kamtibmas melalui pemberitaan yang positif dan edukatif.
“Kalau pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang. Dengan pertemuan yang santai ini, kami rasa Pak Kapolres tidak akan canggung lagi berkoordinasi dengan teman-teman wartawan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Arma turut mengingatkan anggotanya agar tidak gegabah menaikkan berita viral yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
“Saya berharap kawan-kawan wartawan agar terus berkoordinasi. Jaga hubungan baik yang sudah terjalin. Jangan tiba-tiba memunculkan berita viral tanpa konfirmasi. Saya pun akan marah kalau seperti itu,” tegas Arma.
Di sisi lain, ia juga menyoroti maraknya fenomena wajah-wajah baru yang mengklaim diri sebagai wartawan di Binjai tanpa identitas media yang jelas.
“Ada beberapa media yang kami juga kurang paham karena banyak wajah baru yang tidak jelas dari mana. Sebagai Ketua PWI, saya menghimbau agar identitas para pewarta ini diperjelas lagi,” sentilnya.
Ia khawatir hal tersebut dapat mengganggu ekosistem pers, sehingga ia merasa punya tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban wilayahnya.
“Pastinya yang punya wewenang memperbaiki tatanan pers di sini adalah kami. Kami yang menjaga Kota Binjai ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Anor, turut mengucapkan selamat datang kepada Kapolres.
“Saya mewakili rekan-rekan wartawan Kota Binjai, hal senada juga kami ucapkan: selamat datang, selamat bertugas,” tutur Dedi.
Dedi menekankan bahwa kunci utama dalam kemitraan antara pers dan kepolisian adalah komunikasi yang cair dan terbuka.
“Kalau wartawan ini komandan, yang penting asyik saja. Asal enak komunikasi, gampang itu diatur komandan,” ucapnya santai di hadapan Kapolres.
Meski demikian, ia mengingatkan rekan-rekan jurnalis untuk tetap mengedepankan etika dan kesopanan saat menghubungi pihak kepolisian.
“Jangan pula ujug-ujug (tiba-tiba) WA komandan ini, tidak perkenalkan diri atau apa. Ujug-ujug hantam saja, kan begitu,” pesannya.
Etika memperkenalkan diri dinilai sangat krusial agar polisi mudah merespons dan menghindari kebuntuan informasi.
“Karena kalau kita ujug-ujug saja, buntu ini, repot nanti urusannya,” tambah Dedi.
Dedi memaparkan bahwa pewarta yang hadir sore itu berasal dari berbagai media cetak, siber, hingga televisi nasional.
Ia juga menyebutkan bahwa rata-rata pewarta televisi di wilayahnya merangkap area peliputan hingga ke Kabupaten Langkat.
Acara silaturahmi yang berlangsung hangat ini kemudian ditutup dengan sesi dialog terbuka yang semakin mencairkan suasana antara polisi dan jurnalis setempat.

