Bener Meriah, Aceh Tengah – Tim SyamilQuran berhasil menyalurkan Program Wakaf paket 100 Al-Qur’an dan Perlengkapan Ibadah kepada para santri di Pondok Pesantren Nurul Islam dan Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, pada 10 Juli 2026.
Tim berangkat dari Kota Medan pada Kamis malam, 9 Juli 2026, dan kembali pada Sabtu, 11 Juli 2026. Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal yang mudah. Tim harus menghadapi berbagai kendala di sepanjang jalur Medan–Lhokseumawe–Bireuen–Bener Meriah. Sejumlah titik mengalami sistem buka-tutup jalan, kemacetan panjang, antrean kendaraan di hampir setiap SPBU, hingga kondisi beberapa ruas jalan yang masih rusak akibat banjir dan longsor besar yang melanda wilayah tersebut sekitar delapan bulan lalu.

Sesampainya di lokasi, tim menyaksikan langsung dampak bencana yang masih membekas. Di lingkungan dayah dan pondok pesantren terlihat jelas sisa-sisa lumpur, sementara gelondongan kayu yang terbawa arus banjir masih berada di sekitar meunasah dan masjid tempat para santri melaksanakan ibadah.
Bencana tersebut tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Banyak santri yang kini berstatus yatim karena kehilangan orang tua, sementara sebagian keluarga juga kehilangan rumah serta harta benda akibat banjir dan longsor.
Meski demikian, semangat para santri untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Di usia yang masih sangat belia, bahkan ada yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, mereka tetap menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat. Pada pagi hari mereka mengikuti pendidikan umum, kemudian sore hingga malam hari melanjutkan pembelajaran Al-Qur’an serta ilmu-ilmu agama di pondok pesantren.

Program Wakaf Al-Qur’an dan Perlengkapan Ibadah ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para santri agar terus istiqamah dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an, meskipun berada dalam keterbatasan pascabencana.
Penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Tim SyamilQuran yang terdiri dari Ustadzah Fanni, Ustadzah Bana, dan Ust. Abu Yazid. Kegiatan ini juga terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang turut berkontribusi, termasuk Ustadzah Ika, sehingga amanah wakaf dari para dermawan dapat disampaikan kepada para penerima manfaat.
Mewakili pondok pesantren, Ustadzah Nurhayati serta Ustadz/Tengku Ibrahim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memperhatikan kebutuhan para santri.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim SyamilQuran dan seluruh para pewakaf serta para donatur yang telah berbagi kebahagiaan kepada santri kami. Semoga setiap Al-Qur’an yang dibaca dan setiap ibadah yang dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujar perwakilan pondok pesantren.
Melalui program ini, SyamilQuran berharap kepedulian masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an, khususnya bagi santri di daerah yang terdampak bencana, terus tumbuh sehingga semakin banyak generasi Qur’ani yang dapat belajar dengan fasilitas yang lebih layak.


