BEKASI – Kecelakaan tragis terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Berdasarkan laporan awal, tabrakan terjadi saat rangkaian KRL yang sedang berhenti di jalur stasiun ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Sejumlah laporan menyebutkan, peristiwa ini diduga bermula dari adanya kendaraan yang mogok di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal, sehingga mengganggu perjalanan KRL dan menyebabkan rangkaian berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, sementara korban terbanyak berasal dari rangkaian KRL yang terdampak langsung dalam tabrakan tersebut.
Atas musibah tersebut, Yayasan Baitul Maal ZISWAF menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
Pembina Yayasan Baitul Maal ZISWAF, Hj. Drs. Warsid, Smat., M.Si, menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi duka bersama bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pengguna transportasi publik dan keluarga korban.
“Kami segenap keluarga besar Baitul Maal ZISWAF turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan dan menjadi perhatian seluruh masyarakat,” ujar Warsid, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, keselamatan transportasi publik harus menjadi perhatian serius semua pihak agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
“Kami mendoakan seluruh korban yang meninggal dunia agar husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk para korban luka, semoga segera diberikan kesembuhan dan kekuatan,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian berat tersebut.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keteguhan hati, dan kekuatan. Kami percaya setiap musibah membawa pelajaran besar bagi kita semua untuk terus memperbaiki sistem keselamatan dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Baitul Maal ZISWAF juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam situasi duka dan bencana kemanusiaan seperti ini.
Tragedi di Bekasi Timur ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian yang menyita perhatian nasional, dan hingga kini proses investigasi masih terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

