Block "iklan-atas" not found

Titik Terang > OLAH RAGA > NASIONAL > Tragedi Bekasi Timur: Terjepit 10 Jam di Gerbong, Endang Kuswati Bertahan di Tengah Derita

Tragedi Bekasi Timur: Terjepit 10 Jam di Gerbong, Endang Kuswati Bertahan di Tengah Derita

Peristiwa memilukan terjadi dalam kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin malam (27/4). Salah satu korban selamat, Endang Kuswati (40), mengalami nasib tragis setelah tubuhnya terjepit di dalam gerbong selama sekitar 10 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Kondisinya yang lemah membuat proses penyelamatan menjadi semakin menegangkan.

Insiden tersebut bermula dari sebuah taksi yang berhenti di tengah perlintasan rel tak jauh dari lokasi kejadian. Kendaraan itu kemudian tertabrak KRL yang tengah melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta, memicu rangkaian kecelakaan yang berujung fatal. Hingga saat ini, tercatat 15 orang meninggal dunia, dengan sebagian korban telah diidentifikasi dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing.

Di tengah situasi kritis, Endang masih sempat menghubungi keluarganya melalui telepon. Sepupunya, Iqbal, mengungkapkan bahwa Endang memberi kabar sambil meminta pertolongan, menandakan ia masih sadar meski dalam kondisi terjepit. Dalam percakapan tersebut, tangis Endang terdengar jelas, memperlihatkan betapa berat situasi yang ia alami di dalam gerbong yang ringsek.

Keluarga yang menerima kabar itu langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Namun, selama berjam-jam mereka tidak mendapatkan kepastian mengenai kondisi Endang. Baru sekitar pukul 02.00 dini hari, informasi mulai terungkap bahwa Endang masih berada di dalam gerbong dan belum berhasil dikeluarkan. Kabar tersebut diperkuat oleh foto yang beredar di media, menunjukkan Endang dalam kondisi lemah dan telah mendapatkan bantuan oksigen.

Proses evakuasi berlangsung secara bertahap karena banyaknya korban yang harus diselamatkan lebih dulu. Endang yang berada di bagian belakang gerbong harus menunggu giliran hingga akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.00 pagi. Setelah berhasil dikeluarkan, ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Kisahnya menjadi salah satu potret ketabahan di tengah tragedi besar yang mengguncang Bekasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *