Binjai –
Koordinator Pewarta Polres Binjai 2020, Dedi Anora, angkat bicara terkait tuduhan terhadap Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane, yang disebut melakukan tindakan diskriminatif dan tebang pilih.
Dedi menegaskan, oknum wartawan yang memberitakan tuduhan tersebut bukan bagian dari Pewarta Polres Binjai. Ia memastikan seluruh anggota yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) tersebut memiliki kartu identitas resmi.
“Bukan bagian dari kami. Saya pastikan rekan-rekan yang tergabung dalam Pewarta Polres Binjai mengantongi kartu identitas Pewarta Polres Binjai,” ujar Dedi, Rabu (20/05/2026).
Menurut Dedi, narasi pemberitaan yang menyudutkan Kasat Narkoba Polres Binjai itu tidak mencerminkan sikap seorang mitra Polri, melainkan lebih kepada bentuk kekecewaan pribadi terhadap perwira tersebut.
Selama ini, kata Dedi, Polres Binjai sebagai mitra pers selalu menunjukkan sikap yang baik, koperatif, dan tidak pernah tebang pilih.
Dedi menilai persoalan seperti itu seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan langsung dipublikasikan ke media sehingga berpotensi merusak hubungan antara insan pers dan kepolisian.
“Bukan sekali atau dua kali seperti ini. Yang dirugikan juga awak media. Bisa-bisa hubungan komunikasi menjadi terputus. Kita yang sudah membangun hubungan baik, jangan sampai dirusak oleh pihak yang menjelekkan,” tambah Dedi.
Seharusnya, Dedi menambahkan, wartawan dibekali dengan berkompetensi agar memiliki adab dan etika sebagai Jurnalis terlepas dari ilmu yang dimiliki.

