Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI meminta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), termasuk dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, untuk siap mengabdi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan pentingnya generasi muda lulusan PPG untuk memanfaatkan kesempatan bekerja di daerah 3T, mengingat hingga saat ini banyak formasi di daerah tersebut yang masih kosong.
Nunuk Suryani menyebutkan bahwa hingga saat ini kebutuhan akan guru di daerah 3T terus meningkat, namun formasi yang dibutuhkan tidak pernah dapat terpenuhi. Untuk itu, dia mengajak lulusan PPG UNS agar siap ditempatkan di daerah-daerah yang sangat membutuhkan tenaga pengajar. “Jika belum ada kesempatan di sini, kalian bisa membangun Indonesia dari mana saja,” ujarnya pada acara pelepasan lulusan PPG UNS di Kampus UNS Surakarta, Sabtu (1/2/2025).
Sebagai insentif bagi mereka yang bersedia mengabdi di daerah khusus, pemerintah akan menyediakan berbagai fasilitas seperti kenaikan pangkat lebih cepat, tunjangan daerah khusus, hingga perumahan. Nunuk menambahkan bahwa pengalaman mengajar di daerah 3T akan sangat berharga bagi pengembangan kompetensi guru muda, karena mereka akan dihadapkan pada tantangan dan kebutuhan inovasi yang lebih besar.
Rektor UNS Hartono juga menyampaikan apresiasi kepada lulusan PPG yang telah lulus dengan hasil memuaskan. Dari dua gelombang PPG, gelombang 2 tahun 2023 mencatatkan 100 persen kelulusan, sedangkan gelombang 1 tahun 2024 berhasil mencatatkan kelulusan 96 persen. Hartono berharap lulusan PPG UNS dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi positif di dunia pendidikan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan.

