Kondisi anak berinisial A (12), siswa SD kelas 6 yang diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya (42), di rumah mereka di Jalan Dwi Kora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, dilaporkan dalam keadaan sehat. Saat ini, A mendapatkan pendampingan intensif dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas Perlindungan Anak, serta tenaga psikolog untuk memastikan kesehatan fisik dan kejiwaannya tetap terjaga.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pemantauan kondisi kesehatan anak dilakukan setiap hari. “Sampai saat ini puji Tuhan kondisinya sehat. Pendampingan-pendampingan diberikan dalam bentuk kegiatan sehari-hari. Dalam hal kesehatan, kita cek setiap hari kesehatannya, puji Tuhan sehat,” ujar Calvijn saat ditemui di Kantor Bea Cukai Medan, Rabu (17/12).
Selain pendampingan kesehatan, A juga mendapatkan perhatian di bidang pendidikan dan psikologis. Meski sekolah sedang libur, kepolisian bersama Dinas Perlindungan Anak, Balai Pemasyarakatan (Bapas), serta petugas Polwan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) memberikan edukasi dan kegiatan edutainment. Kegiatan tersebut meliputi permainan anak, menggambar, dan menulis, yang bertujuan menjaga stabilitas kondisi mental dan kebutuhan psikologis anak.
Calvijn menambahkan, secara umum kondisi psikis A masih tergolong baik, meski pihak kepolisian masih menunggu hasil asesmen dan verifikasi data secara resmi. Polisi juga telah melakukan pra-rekonstruksi pada Minggu (14/12) dengan total 43 adegan untuk mencocokkan keterangan saksi dengan fakta di lapangan serta menemukan sejumlah petunjuk baru. Hingga kini, motif peristiwa tersebut masih terus didalami, dan seluruh saksi, termasuk ayah anak tersebut, telah diperiksa. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan identitas maupun foto terkait kasus ini demi menjaga kondisi dan masa depan anak.

