Langkat, 24 Agustus 2025 — Komunitas Tafahum Peduli Umat Sumatera Utara kembali melaksanakan misi utamanya, yakni berbagi ilmu fardhu kifayah kepada masyarakat. Kegiatan kali ini digelar di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, bekerja sama dengan mahasiswa UIN Sumatera Utara yang sedang menjalani KKN di desa tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Badi Surbakti, Sekretaris Masjid Nurul Yaqin yang juga mewakili Kepala Desa Telagah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat didukung perangkat desa maupun pengurus masjid, mengingat pelatihan fardhu kifayah semakin jarang dilakukan bahkan hampir terlupakan.
“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Lain waktu akan kita buat lebih besar lagi,” ungkapnya.

Ketua kelompok KKN Desa Telagah, Faiz Daffa, turut menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Tafahum Peduli Umat Sumatera Utara yang bersedia hadir langsung dari Medan untuk memberikan pelatihan. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat dari berbagai desa yang ikut hadir, di antaranya Desa Rumah Galoh, Desa Garunggang, Dusun Tanjung Bunga, dan Desa Adintengah.
Dalam sesi materi, Ketua Komunitas Tafahum menegaskan bahwa fardhu kifayah bukan hanya urusan orang tua, tetapi merupakan tanggung jawab keluarga terdekat, termasuk anak terhadap orang tuanya bila wafat. “Pelatihan ini jangan berhenti di sini. Teruslah belajar, kembangkan, dan ajarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui,” tandasnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan praktik langsung, mulai dari pembuatan baju dan celana jenazah, hingga simulasi membungkus jenazah yang diperankan oleh mahasiswa KKN UIN SU. Masyarakat dan kader Tafahum turut aktif mengikuti praktik tersebut dan menunjukkan hasil karyanya.

Kegiatan ini menjadi pengingat penting bahwa pengetahuan fardhu kifayah adalah warisan berharga yang harus terus diajarkan lintas generasi, agar masyarakat Muslim tetap siap dalam menjalankan kewajiban syariat ketika menghadapi kematian.

