Langkat–Aceh Tamiang
Pasca musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara, Tafahum Sumut kembali melakukan perjalanan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, dimulai pukul 06.00 WIB, dengan rute Sumatera Utara menuju beberapa desa di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam perjalanan ini, Tafahum Sumut menurunkan sejumlah personel, di antaranya Mr. Shihab Al Madani, Mhd Rifqi Arrahman (siswa MAN Binjai), Khaila Waldi (mahasiswa UNIMED), Mhd Aref (Mantra) selaku Sekretaris Jenderal Tafahum Sumut, Drs. Zakaria Koto, ZA selaku Ketua Tafahum Sumut, serta relawan pendukung lainnya.

Misi Tafahum Sumut pada kegiatan ini bukan untuk mengambil alih atau menyelesaikan proses fardhu kifayah, melainkan fokus pada program berbagi dan peduli sesama umat yang terdampak musibah banjir, terutama masyarakat yang luput dari perhatian karena keterbatasan akses dan kondisi wilayah.
Desa pertama yang dikunjungi adalah Dusun Pelita, Desa Perkebunan Perapen, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat. Desa ini berada di perbatasan Kabupaten Langkat dengan Kabupaten Aceh Tamiang. Meski tidak terdampak banjir secara langsung, desa ini mengalami dampak serius akibat akses jalan yang berlumpur, licin, dan sulit dilalui sepanjang kurang lebih 8 kilometer. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bantuan pasca banjir hampir tidak sampai ke wilayah ini.
Di Desa Perapen, Tafahum Sumut menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus, snack, serta kebutuhan lainnya. Salah satu warga, Nenek Kadinem (85 tahun), menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tafahum Sumut dan para donatur. Ia mendoakan agar Tafahum Sumut yang akan memasuki usia lima tahun senantiasa diberi kesehatan, kemudahan rezeki, serta kemajuan dalam menjalankan aktivitas sosial dan keumatan di masa mendatang.

Perjalanan dilanjutkan ke Desa Benua, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Di lokasi ini, Tafahum Sumut menyalurkan pakaian layak pakai, mukena (telekung), nasi bungkus, beberapa tong air, serta pembalut wanita yang disalurkan oleh Kak Kiki, salah satu relawan simpatisan Tafahum Sumut.
Selanjutnya, rombongan menuju Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Desa ini merupakan wilayah dataran tinggi yang tidak terdampak banjir secara langsung, namun selama masa bencana menjadi lokasi penyelesaian fardhu kifayah bagi jenazah yang ditemukan. Di desa ini, Tafahum Sumut menyerahkan kain kafan sebanyak dua kayu (dua gulung besar). Warga setempat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, mengingat persediaan kain kafan di desa tersebut telah habis dan sangat dibutuhkan.
Sebelum kembali ke Medan, Tafahum Sumut juga menyempatkan diri untuk berbagi di posko Kabupaten Langkat, dengan menyalurkan air mineral, snack, pampers bayi, dan kebutuhan lainnya bagi para penyintas.
Rombongan Tafahum Sumut tiba kembali di Medan sekitar pukul 23.00 WIB, menutup rangkaian perjalanan kemanusiaan yang penuh kepedulian dan kebersamaan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak selalu tentang besarnya bantuan, melainkan tentang kehadiran, empati, dan kesediaan menjangkau mereka yang sering kali terlewat dari perhatian. Tafahum Sumut berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat-saat sulit pasca bencana.

