Aceh Tengah — Durian ketol dikenal manis, lembut, dan bernilai tinggi. Namun di balik legit rasanya, tersimpan cerita getir yang jarang terdengar. Di Kampung Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Renduk, Aceh Tengah, buah unggulan ini dipanen dengan risiko paling mahal: nyawa manusia.
Sejak banjir bandang akhir 2025 menghancurkan jembatan penghubung utama, akses ekonomi warga lumpuh total. Jalur distribusi hasil pertanian terputus. Bukan hanya durian, tetapi juga kopi, cabai, dan hasil kebun lain yang menjadi tumpuan hidup masyarakat.
Petani dihadapkan pada pilihan kejam: membiarkan hasil panen membusuk, atau membawa keluar dengan menantang maut.
Warga akhirnya membuka jalur darurat. Menuruni tebing curam, melintasi tanah longsor, bahkan menyeberangi Sungai Krueng Peusangan dengan kabel baja dan bambu seadanya. Tidak ada standar keselamatan. Tidak ada alat pengaman. Satu terpeleset, tamat.
Di jalur ini, para kuli panggul memikul durian satu per satu. Ongkosnya hanya sekitar Rp2.000 per buah. Angka kecil untuk pekerjaan besar, apalagi risikonya nyata. Jalur ini bahkan sudah memakan korban jiwa. Namun aktivitas terus berjalan. Karena lapar tidak bisa menunggu janji.
Ironisnya, saat durian ketol diperebutkan di kota dengan harga tinggi, petaninya justru berjuang agar tetap hidup. Ini bukan lagi soal pertanian. Ini soal ketimpangan, infrastruktur yang abai, dan perlindungan yang tak kunjung hadir.
BMZ Hadir: Dari Kepedulian ke Aksi Nyata
Melihat kondisi ini, Baitul Maal ZISWAF (BMZ) memandang bahwa krisis petani Aceh Tengah bukan sekadar musibah alam, tetapi darurat kemanusiaan ekonomi. Petani durian, kopi, cabai, dan komoditas lain membutuhkan bantuan langsung dan berkelanjutan—bukan belas kasihan, tapi penguatan.
BMZ membuka ruang kepedulian publik untuk:
Bantuan darurat ekonomi petani terdampak
Dukungan logistik dan kebutuhan pokok keluarga petani
Ikhtiar pemulihan akses dan ketahanan usaha tani
Penguatan petani agar tetap bertahan pascabencana
Setiap rupiah donasi adalah napas tambahan bagi petani agar tidak lagi mempertaruhkan nyawa hanya untuk membawa hasil kebun keluar kampung.
Salurkan Kepedulian Anda
Rekening Donasi:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
7293388118
a.n. BAITUL MAAL ZISWAF
Konfirmasi Donasi: 08-2220222-354
Durian ketol memang legit. Tapi jangan biarkan kelegitannya dibayar dengan penderitaan yang terus berulang. Saat negara lambat, solidaritas umat harus bergerak lebih cepat.
Karena petani tidak butuh simpati—mereka butuh keberpihakan.

