Presiden RI Prabowo Subianto telah merampungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin (13/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja kepresidenan tersebut berjalan dalam suasana hangat, mencerminkan kedekatan hubungan kedua negara yang telah terjalin lama.
Sejak awal pertemuan, Putin menyampaikan penghargaan atas kehadiran Prabowo di Moskwa. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kesediaan Presiden Indonesia memenuhi undangan resmi tersebut, sebagai bentuk komitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Hubungan antara Indonesia dan Rusia sendiri telah dibangun lebih dari 70 tahun dengan fondasi saling menghormati serta kepentingan bersama. Dalam konteks global, Rusia dipandang sebagai mitra strategis bagi Indonesia, baik dari sisi geopolitik maupun geoekonomi. Sebaliknya, Indonesia juga memiliki peran penting bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik, terutama dalam lingkup kerja sama regional ASEAN.
Selama pertemuan yang berlangsung sekitar lima jam, kedua pemimpin membahas sejumlah agenda penting. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa terdapat kesepakatan strategis yang dicapai, khususnya dalam sektor energi dan sumber daya mineral. Kerja sama tersebut mencakup penguatan ketahanan energi, termasuk minyak dan gas, serta pengembangan hilirisasi sebagai prioritas jangka panjang.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa posisi Rusia di kancah global menjadikan kemitraan ini semakin relevan bagi Indonesia. Dengan statusnya sebagai negara besar yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB dan peran penting dalam kelompok BRICS, Rusia dinilai memiliki potensi besar sebagai mitra pembangunan. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki negara tersebut juga membuka peluang luas bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama demi mendukung pembangunan berkelanjutan di masa depan.

