Peristiwa meninggalnya seorang pelajar kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat bunuh diri menyisakan duka mendalam dan keprihatinan luas. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sistem perlindungan anak yang berkelanjutan dan menyentuh hingga level paling dasar.
Dalam keterangannya pada Kamis (5/2/2026), Arifah menyebut tragedi tersebut menjadi peringatan serius bahwa implementasi program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan semata. Menurutnya, perlindungan anak harus hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari anak, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas sosial tempat mereka tumbuh.
Ia menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas rasa aman, pendidikan yang layak, serta ruang tumbuh yang sehat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar kebijakan KLA benar-benar memberi dampak konkret dan dirasakan langsung oleh anak-anak.
Lebih jauh, Arifah mengingatkan bahwa upaya melindungi anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan yang suportif dan responsif terhadap kondisi psikologis anak. Menurutnya, kehadiran orang dewasa yang peduli dan mau mendengar dapat menjadi faktor penentu dalam mencegah kejadian serupa.
Tragedi ini juga membuka fakta tentang kerentanan anak laki-laki yang kerap terabaikan. Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) Kemen PPPA mencatat lebih dari 6.000 anak laki-laki menjadi korban kekerasan sepanjang 2025. Arifah menilai konstruksi sosial yang membatasi ekspresi emosi membuat banyak anak laki-laki memilih diam, sehingga perlindungan anak harus bersifat inklusif, tanpa membedakan jenis kelamin, dan memastikan setiap anak merasa aman untuk berbicara serta meminta bantuan.

