ACEH TIMUR — Setelah terjangan banjir bandang hebat yang melanda Kabupaten Aceh Timur akhir November 2025, kondisi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Aceh Timur kini menunjukkan tanda-tanda pulih. Proses belajar mengajar yang sempat terhenti akibat kerusakan dan banjir setinggi tiga meter akhirnya kembali berjalan normal per 5 Januari 2026.
Banjir yang terjadi pada 27 November 2025 itu membawa dampak berat: air mencapai 3 meter yang merendam seluruh ruang kelas dan fasilitas sekolah di pusat kecamatan Idi Rayeuk, termasuk ruang kepala madrasah, tata usaha, dan ruang guru. Banyak perlengkapan pendidikan rusak parah, seperti komputer, proyektor, printer, serta buku-buku pelajaran.
Namun semangat gotong royong para guru dan staf akhirnya membuahkan hasil: kondisi sekolah kini telah dibersihkan dan dinilai layak untuk aktivitas belajar. Kepala Madrasah, Abdul Manan, S.Pd.I, menegaskan bahwa pembelajaran telah berjalan lagi. Bahkan hari ini madrasah menggelar ujian semester genap bagi seluruh siswa, yang akan berlangsung selama enam hari ke depan.

“Walaupun beberapa waktu lalu terkena dampak banjir, namun proses belajar mengajar sudah mulai kami laksanakan dan sudah normal,” ujar Abdul Manan. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang memulihkan fasilitas sekolah.
Pemulihan MIN 1 Aceh Timur menjadi salah satu sinyal positif di tengah kondisi Aceh Timur yang masih bergulat dengan efek banjir besar beberapa bulan terakhir, di mana ribuan warga masih mengungsi dan berbagai desa terus melakukan rehabilitasi pascabencana.

