Block "iklan-atas" not found

Titik Terang > NASIONAL > Setelah Cetak Rekor, Harga Emas Antam Melemah 7,2 Persen dalam 25 Hari

Setelah Cetak Rekor, Harga Emas Antam Melemah 7,2 Persen dalam 25 Hari

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami tren penurunan signifikan setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada April 2025. Setelah menyentuh level psikologis Rp 2.039.000 per gram pada 22 April lalu, harga emas Antam terus menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Hingga Jumat (16/5/2025), harga emas Antam tercatat di Rp 1.891.000 per gram, turun Rp 148.000 atau sekitar 7,2 persen dalam 25 hari terakhir.

Penurunan harga dimulai tajam sejak 23 April 2025, sehari setelah mencatat all-time high. Saat itu, harga langsung merosot Rp 48.000 menjadi Rp 1.991.000 per gram. Tren ini berlanjut di hari-hari berikutnya, meski sempat beberapa kali naik tipis, seperti pada 25 April yang naik Rp 17.000. Namun secara keseluruhan, tekanan jual lebih dominan sehingga harga tak mampu kembali ke level Rp 2 juta per gram.

Pergerakan harga emas Antam dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas dunia, penguatan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan suku bunga global, terutama dari bank sentral AS (The Fed). Saat ketidakpastian mereda dan investor kembali ke aset berisiko, permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven pun cenderung menurun, yang berdampak pada harga emas domestik.

Meski pada 16 Mei 2025 harga emas Antam tercatat naik Rp 25.000 ke level Rp 1.891.000 per gram, level tersebut masih jauh di bawah rekor April lalu. Investor kini disarankan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi pasar global sebelum melakukan pembelian atau penjualan emas. Analis pasar memperkirakan harga emas masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *