Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara dan meminta agar tidak ada ucapan terima kasih yang ditujukan kepadanya atas program tersebut. Hal ini disampaikan Prabowo usai meresmikan proyek ketenagalistrikan di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.
“Saya minta ke semua guru-guru, saya sangat menghargai tapi tidak perlu, jangan ucapkan terima kasih kepada Prabowo. Jangan ucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo. Ini kewajiban saya sebagai presiden. Ini kewajiban saya,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk menjalankan tugasnya demi kepentingan rakyat tanpa mencari pujian.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa pendidikan karakter dan sikap hormat kepada orang tua serta guru lebih penting diajarkan kepada anak-anak daripada memberikan apresiasi langsung kepadanya. “Jadi tidak perlu ucapkan terima kasih kepada saya. Anak-anak diajarkan hormati orang tua, hormati guru, kemudian berjalan dengan baik. Kita di sini tidak cari nama, yang kita ingin adalah yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga menegaskan bahwa jabatan presiden merupakan amanah dari rakyat yang harus digunakan untuk melayani dan bekerja demi kesejahteraan masyarakat. “Jadi saya tidak perlu lagi, saya terima kasih, jangan terima kasih kepada Prabowo Subianto. Ini adalah kewajiban kami. Kami dipilih oleh rakyat Indonesia untuk bekerja demi rakyat,” pungkasnya.

